9 – 10 April 2016 Workshop Eksklusif ‘Cara Cerdas Menjadi Pengembang Bersama Komunitas’ – TDA Depok Forum
February 28, 2016
TDA Mart, Marketplace Karya TDA – Kado 1 Dekade TDA
March 1, 2016

5 Hal yang Dapat Membunuh Motivasi Karyawan

kill motivation

Chris Mittelstaedt adalah founder dan CEO The FruitGuys, industry leader di industri deliveri sayuran dan buah segar ke perkantoran, perumahan dan sekolah. Melalui artikel ini Chris menceritakan tentang hal-hal yang dapat membunuh motivasi karyawan.

Pada tahun 1986, ketika saya berusia 16 tahun, saya dan teman saya bekerja sebagai pencuci piring di sebuah restoran lokal di mall Ming of Pursia. Suatu hari manajer saya memberitahukan kami bahwa ia akan mempromosikan salah satu dari kami yang bekerja keras sampai pada bulan depan. Promosi itu berupa spot terdepan di restoran. Itu artinya salah satu dari kami tidak akan terjebak sebagai pencuci piring selamanya. Dan spot terdepan di restoran tersebut merupakan tempat impian semua pegawai rendahan seperti kami.

Pada beberapa minggu kedepan, saya bekerja lebih keras dari yang pernah saya lakukan sebelumnya. Di akhir bulan, manajer saya memanggil saya keruangannya dan berkata, “Chris, kau bekerja sangat keras dan saya menghargainya.” Kata beliau waktu itu. Saat itu saya sangat yakin bahwa posisi terdepan restoran itu akan menjadi milik saya. Sesaat sebelum saya membanggakan diri kepada manajer saya, bagaimana saya telah berlatih keras untuk tampil di depan restoran, manajer saya berkata, “tapi kamu tidak bisa mendapatkan promosi itu.”

Saya terdiam. “kamu adalah pencuci piring terbaik yang pernah kita miliki. Saya membutuhkan kamu di bagian pencucian piring.” Katanya. Saya kemudian berhenti dari pekerjaan saya seminggu kemudian. Saya tidak akan pernah melupakan kejadian itu, yang memberikan pengalaman kepada saya kalau bekerja keras tidak akan selalu mendapatkan promosi.

Saya tidak akan pernah mau menjadi seperti manajer saya, yang membunuh antusias dari moral pegawai saya.

Berikut ini adalah 5 hal yang berusaha saya hindari:

1. Menciptakan kompetitor, di mana yang satu akan dipromosikan dan yang lainnya tidak

Anda mungkin berpikir bahwa cara seperti ini merupakan cara yang baik untuk membangun persaingan dalam tim Anda. Yang Anda tidak sadari bahwa hal ini justru akan menciptakan dendam terhadap Anda, pemenangnya, dan perusahaan. Dari pada membangun persaingan seperti itu, akan lebih baik jika Anda membangun keadaan dimana semuanya diuntungkan.

2. Masa bodoh dengan mimpi, tujuan, dan kepuasan kerja pekerja Anda

Semakin Anda mengetahui apa yang dapat memotivasi pekerja Anda, dan semakin banyak Anad mengetahui apa yang bisa menyenangkan dan membuat pekerja Anda sukses, maka pekerja Anda akan semakin antusias dalam bekerja. Bahkan walaupun Anda tidak dapat menyediakan pekerjaan yang benar-benar sesuai dengan harapan dan keinginan mereka, mereka tetap akan bekerja dengan senang hati dan penuh semangat.

3. Menahan seseorang karena Ia sangat hebat di pekerjaannya yang sekarang

Apakah Anda pernah berkata kepada diri anda: “dia sangat hebat dalam mengerjakan pekerjaannya sekarang, dan rasanya saya tidak akan bisa mencari penggantinya lagi.” Jujurlah. Jika memang demikian, mulailah merencanakan untuk mengembangkan kemampuan pekerja-pekerja Anda, dan bantulah mereka yang kemampuannya masih di bawah untuk bisa menggantikan posisi itu, karena jika Anda hanya mengharapkan kepada satu orang saja, suatu saat nanti Anda akan kehilangan dia.

4. Penghargaan hanya kepada mereka yang pintar bicara

Orang-orang yang pintar berbicara, dan cenderung menonjol memang sering diperhatikan. Hal itu benar dan sangat sering terjadi. Tapi ada juga orang-orang yang tidak banyak bicara, namun pantas untuk mendapatkan pengembangan dan penghargaan. Apakah Anda mengetahui siapa saja orang-orang tersbut di perusahaan Anda? Apa yang akan Anda lakukan untuk mengetahui keberadaan mereka?

5. Berasumsi bahwa pekerja Anda tidak mengerti gambaran besar

Dalam kasus saya, manajer saya memilih tidak membantu saya untuk memahami bagaimana saya bisa sukses dalam pekerjaan saya meskipun saya tidak mendapatkan promosi tersebut. Pembelaan yang ia kemukakan hanyalah bahwa saya sangat dibutuhkan di bagian itu, dan yang ia pentingkan hanyalah kepentingan pekerjaan itu sendiri. Kebanyakan orang ingin pekerjaan yang mereka lakukan memberikan kontribusi kepada perusahaan. Dan tugas pemimpinlah untuk membantu mereka melihat hal itu, dan menunjukan jalur berpotensi untuk mencapai kesuksesan.

Sumber : startupbisnis.com

tipsbisnis/feb2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X