Login | Register
Tentang TDA Visi, Misi & Nilai Founder Susunan Manajemen Struktur Organisasi Partner
List Event
Website Blog Garment IT Umum
Statistik Anggota TDA FAQ
.
JEJAK PENDAPAT
Apakah anda optimis bisnis anda akan tumbuh ditengah krisis keuangan global saat ini
Ya
Tidak
Tidak Tahu
  [Hasil]
Arsip Polling
CARI DATA
Kategori:
Kata Kunci:


Kolom TDA
Bookmark and Share
 Print    Kirim Ke Teman
Berapa Nilai Keahlian Anda?
Oleh : Wahyu H
Senin, 08 Maret 2010 06:11 WIB
.
by roniyuzirman

Waktu hamil Vino, anak kedua kami, istri saya pernah mengeluh punggungnya sakit-sakit nggak karuan. “Sakitnya laen deh, bukan sakit biasa”, katanya kepada saya.

Saya tidak mau ambil risiko. “Ayo kita ke dokter aja”, ajak saya.

Sesampai di dokter kandungan, istri saya menyampaikan keluhannya dan dokter ahli yang sudah sepuh ini pun menyimak dengan baik sambil sekali-sekali melontarkan gurauan khasnya.

“Tidak apa-apa kok bu. Tenang aja”, ujarnya sambil kemudian menuliskan resep.

Setelah selesai, kami pun menuju kasir dan membayar biaya konsultasi dokter sebesar Rp. 350 ribu. Setelah itu tujuan selanjutnya adalah menebus obat di apotik. Saya dan istri pun terkaget dengan harga obat yang disebutkan oleh kasir apotik itu. “Haaah… cuma seribu lima ratus?”

Ya, harga obatnya cuma Rp. 1.500, karena obatnya hanyalah koyo tempel Salonpas.

Masalahnya, untuk mendapat resep seharga seribu lima ratus kami harus keluar biaya tiga ratus lima puluh ribu.

Saya pun tersenyum simpul sambil teringat cerita tentang tukang kayu.

Seorang pria sedang pusing nyaris putus asa. Ia sedang berusaha menancapkan paku di dinding kayu untuk menggantung hiasan tapi selalu gagal. Setiap kali dicobanya, selalu gagal. Kegagalan itu meliputi: pukulan yang meleset, pukulan yang terlalu keras yang mengakibatkan paku terpelanting, pukulan yang miring yang mengakibatkan jarinya terpukul palu atau pukulan yang mengakibatkan pakunya menjadi layu.

Akhirnya ia memutuskan memanggil seorang tukang kayu.

Dalam beberapa kali pukulan tuntaslah sudah paku itu menancap dengan gagah dan mantap.

Ketika ditanya berapa tarifnya, ia pun menyebut Rp. 51.000. “Haaah….lima puluh satu ribu?” si pria terkaget dan minta penjelasan.

“Ya, lima puluh satu ribu. Yang seribu untuk jasa memukul palu, yang lima puluh ribu adalah untuk menentukan cara memukul yang tepat dan berapa tekanan pukulan yang pas”, jawabnya enteng.

Pengalaman itulah yang dibayar mahal. Ia telah melakukan percobaan puluhan ribu kali memukul untuk menentukan cara yang pas dalam keterampilan palu memalu ini.

Mungkin itu juga penjelasan logis bagi kasus istri saya ini. Dokter sepuh ini tentunya telah menghabiskan puluhan jam terbang untuk menentukan titik koordinat keputusannya meresepkan koyo tempel Salonpas itu. Coba seandainya saya bawa ke dokter yang belum pengalaman yang bisa saja memeriksa macam-macam sampai di rontgen segala. Bisa saja.

Pertanyaannya, kita semua pasti punya keahlian dan akumulasi jam terbang tertentu untuk mencapainya. Berapa kita dibayar untuk keahlian itu?

Salam FUUUNtastic!

Wassalam,

Roni, Owner Manet Busana Muslim, Founder Komunitas TDA

Follow me on Twitter: @roniyuzirman

(whd)





Nama :
Email :
Link URL :
Komentar :
Pin  
   
Input pin diatas
   


1 | (1 page)
Posted By : setyo
Kamis, 06 Mei 2010 12:23 WIB
saya setuju pak, pengalaman memang mahal harganya...
kadang ada nilai yang tidak dapat dibayar dengan uang..
Posted By : RAHMAT
Senin, 08 Maret 2010 17:32 WIB
HEBAT DAN CERMAT, salm suskes dari rahmatbonus
1 | (1 page)