Era Kemuliaan
July 30, 2014
Barisan Para Mantan
September 2, 2014

runner

Salam hangat,

Saya mulai artikel ini dengan ucapan Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1435H, mohon maaf lahir dan bathin, semoga ibadah Ramadhan kita di terima oleh Allah SWT. Lebaran yang menjadi momen silaturahmi dengan sanak saudara dan teman-teman yang seringkali sudah lama tidak berjumpa, tentu menyisakan kenangan dan kegembiraan untuk kita semua.

Mendengarkan kisah perjalanan hidup saudara dan teman-teman memang mengasyikkan. Ada kisah sukses yang membuat kita ikut bersemangat, ada juga kisah perjuangan berat yang belum berakhir dan masih dilanjutkan, akan tetapi tidak jarang juga ada kisah gagal yang dibingkai rasa putus asa, menyerah dan pasrah dengan kondisi yang ada.

Perjalanan hidup bertahun-tahun, bahkan belasan atau puluhan tahun, bisa menghasilkan kondisi yang berbeda meskipun sebagian besar dari mereka awalnya memiliki cita-cita kesuksesan yang hampir sama.

Meski pada awalnya banyak dari kita memiliki cita-cita (target) besar yang sama, ternyata ada faktor kedua yang penting adalah menentukan bagaimana cara dan jalan (strategi) untuk mencapainya. Nah setelah punya kedua faktor diatas, faktor ketiga yang seringkali paling menentukan adalah kata yang disebut komitmen, atau ketekunan atau daya juang untuk menjalaninya.

Konon, yang paling diperbolehkan untuk berubah-ubah, adalah cara atau strateginya, sedangkan target dan komitmen adalah elemen yang harus dipertahankan dalam sebuah perjalanan sukses. Menghadapai kendala-kendala dalam sebuah perjalanan, pada akhirnya akan membuat orang menyerah dan kembali ke belakang, atau berhenti dan menetap di tempat di mana dia menghadapi rintangan atau memilih untuk berusaha menghadapi rintangan dan terus melangkah.

Mereka yang memilih opsi pertama menyerah pada rintangan-rintangan awal dan bahkan mundur ke belakang adalah golongan kalah. Mereka yang mencoba mengatasi berbagai rintangan dan akhirnya menyerah setelah menempuh sebagian perjalanan adalah golongan rata-rata yang menghibur diri untuk puas pada suatu kondisi. Sedangkan mereka yang terus berjuang hingga tujuan yang dicita-citakan adalah golongan pemenang.

Meskipun ada faktor campur tangan Tuhan, tetapi sikap tekun dan komitmen inilah yang akhirnya menentukan keberhasilan hidup, termasuk kita yang ingin menjadi pengusaha sukses tentunya.

Komitmen dan ketekunan adalah sikap yang pernah saya dengar dari Skip Ross, seorang multi jutawan di Amerika, dengan istilah I will Until…, atau Saya akan… Sampai…, saya akan berjuang sampai terwujud cita-cita saya untuk…… (silahkan diisi sendiri). Layaknya kisah dari Yunani kuno, di mana seorang prajurit berlari dari kota Marathon menuju Athena yang berjarak 42 kilometer-an, dengan tujuan untuk mengabarkan kemenangan pasukan Yunani saat melawan Persia.

Meski kondisi fisik terus melemah, Pheidippides terus berlari sampai Athena, dan sesampainya dia berteriak “Niki!” atau “Menang!” dan tidak lama kemudian dia menghembuskan nafas terakhir. Kisah di atas saat ini diabadikan sebagai lari marathon, yang bisa menjadi pengingat kita semua akan pentingnya komitmen, setelah kita memiliki target dan strategi.

Sikap I will, Until… atau Saya akan, Sampai…. dalam proses untuk menjadi Great Entrepreneur boleh dibilang mutlak diperlukan, mungkin kita perlu menuliskannya besar-besar di buku, kertas atau papan pengingat kita.

Seperti hal sederhana yang saya lakukan pagi ini “I will, until finish the article”, Ya, saya berkomitmen akan menyelesaikan menulis artikel ini, meski saya jadi kesiangan mandi, terlambat lari treadmill dan sedikit siang berangkat ke kantor.

Mustofa Romdloni
MR Corporation
Follow @tofazenith

Share yuk ...
X