Seminar 'Finansial Freedom' Ala Robert Kiyosaki – TDA Ternate Forum #2
October 20, 2013
From Local to Global di Acara TIF (Trade & Investment Forum) Kementrian Perdagangan RI
October 21, 2013

Mengenal Konsep 'Investor Malaikat' & 'Ruang Kerja Bersama' – TDA Jaksel Forum #2

Forum 2bKamis, 17 Oktober 2013 menjadi malam istimewa bagi TDA Jaksel (Jakarta Selatan). Inilah untuk pertama kalinya diadakan acara TDA Forum JakSel di malam hari, seusai jam kerja atau bahasa kerennya “after hours”. Juga untuk pertama kali topik mengenai investor malaikat atau Angel Investor dan ruang kerja bersama dibahas. Tentu saja juga pertama kalinya terjalin kerjasama antara TDA Jaksel dengan Comma selaku yang empunya tempat. Demikian pula dengan Kinara selaku pihak yang menjadi jembatan antara investor malaikat dengan pengusaha.

Acara yang digelar di Comma One Wolter Place 3rd Floor, Jl. Wolter Monginsidi 63 B diikuti oleh sekitar 40-an peserta ini mengundang 2 pembicara yaitu Dondi Hananto (Co-Founder Kinara) dan Fakhri Rasyidi (Comma).

Kalau dua konsep itu dan dua institusi pengusungnya masih asing di telinga kebanyakan anggota TDA, masih wajar. Tapi apa yang membuat terkejut usai acara ada peserta yang dengan bingung bertanya, “Jadi, TDA itu yang punya tempat ini?” Bahkan ada yang beranggapan bahwa Jamil Azzaini adalah pendiri TDA. Barangkali itu karena di pestawirausaha.com profil pendiri “Komunitas Sukses Mulia” itu nangkring di bagian paling atas-kanan. Ardi ‘GreenIT’ sebagai webmaster-nya mungkin bisa memberikan usulan perbaikan pada Hantiar selaku Direktur Pesta Wirausaha TDA.

Di sesi pertama, setelah acara dibuka oleh MC yaitu Annisa, tampil sebagai pembicara adalah Dondi Hananto. Beliau adalah salah satu founder Kinara. Bagi mereka yang sering hangout ke Kemang, pasti tahu ada fine dining restaurant yang menyajikan masakan India Selatan bernama sama. Dulu, saya juga mengira Kinara yang ini adalah bagian atau setidaknya punya hubungan dengan restoran itu. Tapi, semalam Dondi menegaskan Kinara yang angel investor dan Kinara yang resto India Selatan tidak memiliki hubungan apa pun.

Konsep angel investor atau investor malaikat yang diusung Kinara sebenarnya tidak istimewa. Secara tradisional, kita mengenal sumber dana yang dikenal sebagai 3F dalam bahasa Inggris: Founders, Families, and Friends. Konsep 3F ini diulas C. Mason dalam artikel berjudul Informal Sources of Venture Finance dalam buku The Life Cycle of Entrepreneurial Ventures, volume 3 dengan editor S.Parker (New York: Springer, 2006. Pp. 259-299).

Biasanya perusahaan yang baru berdiri (start-up business) memang mengandalkan pendanaan awal atau modal dari ketiga jenis investor ini. Perlu dicatat bahwa investor di sini mengerucut pada pengertian penanam modal uang atau kapital, bukan bentuk modal lainnya.

Kata “malaikat” dalam istilah “angel investor” memang karena terinspirasi makhluk yang dikenal sebagai pelayan Tuhan dalam khazanah agama. Terutama faktor yang diambil adalah “kebaikan hati”-nya. Seorang investor malaikat saat menanamkan uangnya pada suatu bisnis biasanya bukan karena memandang akan didapatnya keuntungan dari situ, melainkan semata karena hubungan baik dengan pemilik bisnis atau pengusahanya. Mason sendiri mengistilahkan 3F ini sebagai “love money”. Karena itu biasanya selain para pendiri bisnis itu sendiri, yang menyetor modal di awal pendirian usaha adalah keluarga atau teman. Itu bisa berarti pasangan hidup, orangtua atau mertua, anak, saudara, kerabat, sahabat atau teman-teman mulai dari sahabat, teman kantor, kolega, teman sekolah atau kuliah.

Kinara melembagakan konsep itu. Satu hal yang sama tetap diusung antara Kinara sebagai angel investor agent dengan traditional angel investor adalah trust alias kepercayaan. Kinara meski tetap menginginkan keuntungan atau kembalinya modal yang ditanamkan, lebih melihat sosok para pendiri bisnis tersebut. Bagaimana etos kerjanya, perjuangannya, kegigihannya dan yang terutama adalah kejujurannya. Latar-belakang empat pendiri Kinara yaitu Michael R. Tampi, Dodong Cahyono, Fajar Anugerah dan Dondi Hananto sendiri memang cukup kuat di lembaga keuangan. Sehingga, pengalaman mereka mengajarkan bahwa yang paling penting di atas semua proposal bisnis dan perhitungan rumit adalah integritas dan rekam-jejak sang pebisnis sendiri.

Ada sedikit perbedaan antara angel investor dengan venture capital. Kalau membaca dari Wikipedia ”Angel Investor“ itu menginvestasikan uang milik mereka sendiri. Sementara “Venture Capital” mengumpulkan uang dari berbagai sumber yang bukan cuma dari para pendiri, lantas dikelola sebagai dana bersama yang dikelola secara profesional. Dana milik venture capital bisa milik perusahaan, kampus, lembaga kemanusiaan, dana pensiun, asuransi atau yayasan. Sementara angel investor tetap merupakan dana perseorangan, bukan lembaga.

Di sesi kedua, tampil sebagai pembicara adalah Fakhri Rasyidi dari “Comma”, kependekan dari “Collaboration Matters”. Comma sendiri sebagai akronim lantas diserupakan dengan “koma” dalam tanda baca dan itu diwujudkan dengan lambangnya yang memang “,”.

Seperti diterangkan di situs resminya, “Comma” ini menawarkan konsep yang memang masih baru di Indonesia. Konsep ini disebut “Co-Working Space” atau kalau diterjemahkan menjadi “Ruang Kerja Bersama”. Seperti yang bisa dilihat sendiri oleh para peserta yang datang lebih awal, setting ruangan di “Comma” adalah open-space dengan beberapa meja yang mengelompok, satu sofa, dan di sekeliling menempel kaca dengan pemandangan jalan di bawah ada semacam meja bar. Tempat ini juga dilengkapi dapur dan lemari pendingin. Tentu saja juga ada kamar mandi (yang boleh untuk mandi), televisi LCD dan sistem pendingin udara (AC) serta tata suara (sound-system) yang mumpuni.

Bagi yang membutuhkan, bisa menyewa ruang kerja ini sesuai kebutuhan. Bisa per jam, per hari atau bulanan. Bagi yang membutuhkan badan hukum, “Comma” juga memiliki layanan pendirian perusahaan. Demikian pula bagi yang perlu virtual office atau jasa layanan seperti penjawab telepon.

Konsep seperti ini cocok bagi pebisnis pemula. Terutama sekali yang bersifat jasa atau berjualan produk mengandalkan internet marketing. Koneksi internet di Comma boleh dibilang jempolan. Namun, tidak cocok bagi yang memerlukan ruangan untuk berproduksi atau memajang produknya secara fisik. Karena itu, yang berkantor di sini kebanyakan memang para penggiat ekonomi kreatif, mereka yang secara perorangan dikenal sebagai profesional. Profesi seperti consultant, designer, architect, sangat cocok untuk menggunakan konsep ini apalagi bagi yang ingin menghemat biaya sewa kantor dan staf. Suasananya yang cozy juga iklim collaboration yang diusung niscaya memberikan boost bagi start-up business.

Di tengah tengah acara ada kejutan dari tamu istimewa yang hadir tanpa direncanakan. Dialah Yoris Sebastian. Salah satu penggiat kreatif yang memiliki perusahaan bernama “Creative Junkies”. Ia juga pernah memenangkan International Young Creative Award dari British Council di London-Inggris. Sebelum menjadi entrepreneur, ia juga sempat bekerja. Antara lain karirnya adalah sebagai General Manager (GM) Hard Rock Cafe Jakarta.

Dalam sharing session singkatnya ia menceritakan bagaimana industri kreatif yang berbasis ide itu dijalankan. Ia menyemangati peserta agar tidak takut menjadikan idenya sebagai kenyataan. Bahkan sekalipun ide itu “dicuri”, menurutnya masih lebih baik daripada cuma tersimpan di dalam laci. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi karena dalam mewujudkan suatu impian kita tidak bisa sendirian.

Di  antara sesi satu dan dua peserta diberi kesempatan menikmati makan malam. Di saat itu, Idham Mashar Ketua TDA JakSel  yang langsung datang padahal baru dari Bandung dan mantan Ketua TDA Yogya Dantyo Adityo yang juga hadir sempat sedikit menerangkan mengenai TDA.

Di akhir acara dibagikan 3 eksemplar buku kepada 3 penanya yang dipilih oleh 3 pembicara, masing-masing memilih 1 orang. Harga buku ini lebih mahal daripada tiketnya. Dan inilah yang diharapkan dapat terus berlangsung di setiap acara TDA JakSel. Anggota dipastikan akan menerima manfaat terbanyak dari pengurus yang lebih bersifat sebagai pelayan. Acara seperti biasa diakhiri dengan foto bersama dan setelah itu ngobrol-ngobrol santai untuk networking.

Forum 2a1

 

Bhayu MH
Koordinator Humas & Eksternal TDA JakSel

http://tdajaksel.com/

Share yuk ...
X