Cara Jitu Riset Produk Untuk Pasar Ekspor
September 15, 2013
Forum TDA Cilegon Serang #2 Sharing Bisnis Bersama Owner Sop Duren
September 17, 2013

Singkirkan SuperMAN, Carilah SuperTEAM

SupermanSuperMAN

Saya yakin sebagian besar dari kita sudah kenal dengan Superman, seorang tokoh fiksi yang memiliki kekuatan super dan dapat terbang dengan sangat cepat serta tidak mempan ditembak peluru. Dalam setiap aksinya memberantas kejahatan, Superman selalu beraksi sendirian. Karena dia memiliki kekuatan-kekuatan super tadi, tentunya beraksi sendirian tidak menjadi masalah untuk dia. Asyik bukan menjadi Superman.

SuperMAN in Business

Di dunia bisnis, dikenal juga istilah SuperMAN, lalu siapa SuperMAN dalam dunia bisnis ini?

Pernahkah kita melihat seorang pemilik usaha, yang melakukan semua kegiatan usahanya sendiri. Misal, beli bahan baku sendiri, masak sendiri, melayani konsumen sendiri, dan menerima serta mencatat keuangan pun sendiri. Kalau pun tidak sendirian, biasanya dilakukan berdua dengan istri / suami. Bahkan ada guyonan, kalau Direktur perusahaan namanya Pak Budi, lalu siapakah nama Direktur Keuangannya? Yups benar…nama Direktur Keuangannya adalah Bu Budi hehe. Lalu, pernahkah kita melihat yang seperti ini?

Saya pribadi bukan hanya pernah melihat, tapi pernah mengalaminya. Di saat awal-awal kita membangun bisnis, dengan modal yang terbatas (mungkin akan berbeda ceritanya kalau kita punya modal besar), biasanya kita melakukan semua proses bisnis dalam bisnis kita sendirian, atau setidaknya dibantu suami/istri. Kenapa seperti itu? Salah satu alasannya karena di saat itu, kita masih belum memiliki kemampuan untuk membayar pegawai untuk membantu bisnis kita. Alhasil, jadilah kita sebagai SuperMAN dalam bisnis kita. Semua aktivitas bisnis, semua masalah, semuanya… kita lakukan dan selesaikan sendiri. Hebat bukan? hehe

Hal tersebut tidak menjadi masalah ketika bisnis baru dimulai. Tetapi ketika bisnis sudah mulai running, dan alhamdullillah sudah semakin berkembang, semakin maju, konsumen makin banyak, dan kita sudah tidak sanggup melayani semua konsumen sendirian, apakah SuperMAN tadi masih layak untuk menjalankan bisnis kita?

Beberapa waktu lalu ada rekan saya dengan bidang bisnis sama dengan bidang bisnis saya, yang menurut saya bisnisnya sudah cukup berkembang dan berusia lebih dari 2 tahun, tetapi dia masih melakukan aktivitas bisnisnya sendirian, dia masih menjadi SuperMAN dalam bisnisnya. Dia yang melayani konsumen, menerima order, konsultasi desain, dan sebagainya. Ketika sudah deal dengan konsumen, dia pula yang masih membeli bahan bakunya, lalu dia membawa ke tempat produksi. Setelah selesai produksi, dia menagih pembayaran ke konsumen, lalu jika sudah dilunasi, dia juga yang mengirimkan order tersebut ke konsumen.

Capekkah? Pastinya… Salahkah? tentu tidak.

Tidak salah jika kita masih di proses awal bisnis, tapi kalau bisnis kita sudah berjalan 1-2 tahun dan kita masih melakukan hal-hal tersebut sendirian, menurut saya pribadi ini kurang tepat. Jika memang bisnis kita sudah terlihat mulai naik, peluang kedepannya juga terbuka lebar, dan ada profit yang cukup untuk membayar karyawan, sudah saatnya kita membentuk SuperTEAM.

Cleaning-Business-Team

Singkirkan SuperMAN, Carilah SuperTEAM

Kita rekrut karyawan untuk melayani konsumen atau sebagai customer service, kita rekrut karyawan untuk membeli bahan baku, mengurus produksi dan melakukan pengiriman barang, kita rekrut karyawan untuk mencatat keuangan, dan seterusnya, yang kita bisa lakukan secara bertahap untuk membentuk SuperTEAM yang ideal.

Kalau semua dilakukan karyawan, lalu apa yang kita lakukan? Wah..masih banyak yang harus kita lakukan, dengan adanya pendelegasian tugas-tugas tadi ke SuperTEAM kita, maka kita dapat lebih fokus untuk mengembangkan usaha kita. Kita lebih banyak waktu untuk berpikir, bagaimana membuat bisnis kita bukan hanya mengalami kenaikan omset tiap bulan, tetapi lonjakan atau lompatan kenaikan omset tiap bulannya. Kita bisa lebih fokus mencari partner atau rekanan yang dapat mengembangkan bisnis kita di luar kota, kita bisa lebih fokus mengembangkan cabang-cabang, dan kita juga punya waktu untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap bisnis kita. Dan masih banyak lagi yang bisa kita lakukan, yang sulit atau bahkan tidak bisa kita lakukan ketika kita masih menjadi SuperMAN.

Bukankah dengan menjadi SuperTEAM makan profit yang kita terima akan berkurang dibanding kalau kita menjadi SuperMAN? Ini pertanyaan yang sering muncul. Menurut saya pribadi, kalau ada 1 bisnis dilakukan oleh 1 orang mendapatkan profit Rp 10.000, kalau bisnis yang sama tersebut dilakukan oleh 2 orang, berapa profit yang di dapat masing-masing orang?

Apakah Rp 5.000? atau malah lebih? Dari pengalaman, dengan dilakukan bersama-sama atau berjamaah, malah potensi profit bukan Rp 5.000, atau bahkan Rp 10.000 per orangnya, Insya Allah bisa lebih menjadi Rp 20.000, Rp 30.000, atau lebih besar lagi per orangnya. Kenapa bisa seperti itu?

Ada beberapa faktor, Pertama, dengan bergabungnya SuperTEAM dalam bisnis kita, yang mendoakan bisnis kita sukses bukan hanya kita dan keluarga kita, tetapi seluruh anggota SuperTEAM ditambah keluarga mereka. Nhah…dari sisi doa saja sudah naik berkali-kali lipat jumlah doanya. Kedua, tiap anggota SuperTEAM bisa fokus menjalankan tugasnya masing-masing, sehingga jalannya bisnis akan lebih maksimal. Tim marketing & sales bisa fokus mencari konsumen sebanyak-banyaknya tanpa perlu memikirkan bagaimana proses produksinya. Sebaliknya juga, tim produksi bisa fokus mengerjakan dan menjaga kualitas hasil order tanpa perlu berpikir darimana mereka nanti dapat ordernya. Ketika masing-masing anggota tim bisa fokus, maka hasil yang mereka peroleh pun Insya Allah akan lebih maksimal.

Dan sekarang, tinggal kita sendiri yang mau melanjutkan tradisi SuperMAN yang menjalankan bisnis kita, atau sudah saatnya kita meminta SuperTEAM yang menjalankan bisnis kita. Kalau saya, saya lebih suka minta bantuan SuperTEAM untuk membantu menjalankan bisnis saya 🙂

 

Hernawan Adi Wibowo
www.PabrikSeragam.co.id
Twitter @HernawanAdi
www.hernawanadiwibowo.com

 
X