Workshop Series ‘8 Secrets to Build Your E-Commerce Business’ – TDA Surabaya Forum (27 Januari 2017)
January 23, 2017
Kopdar dan Seminar ‘A Guide to Produk Execution’ – TDA Samarinda Forum (4 Februari 2017)
February 1, 2017

Sebagai agenda di penghujung kepengurusan TDA 4.0,  Komunitas Tangan Di Atas (TDA) sebagai komunitas wirausaha terbesar saat ini telah melaksanakan Mukernas II 4.0 dan TDA Camp pada tanggal 19-21 Januari 2017 lalu, di Hotel Lorin Syariah, Solo. Mukernas kali ini diikuti lebih dari 170 peserta yang berasal dari 55 kota yang tersebar di berbagai daerah. Dengan mengusung tema “The Spirit of Sustainable Growth,” Mukernas nasional kali ini dihadiri oleh Rony Yuzirman, M. Rosihan serta Faif Yusuf dari Majelis Wali Amanah (MWA), Presiden TDA 4.0 Mustofa Romdloni serta jajaran BOD (Board of Director) TDA 4.0, Kordinator Wilayah (Korwil), para pengurus wilayah dan undangan.

Setelah di awal tahun 2015 lalu Batam menjadi tuan rumah Mukernas I TDA 4.0 yang merupakan program kerja perdana Pengurus TDA 4.0, kali ini Mukernas hadir di kota Solo. Solo dipilih sebagai tempat digelarnya Mukernas II 4.0 dan TDA CAMP Nasional karena merupakan wilayah yang cukup representatif dan juga merupakan bagian dari kebesaran TDA Jawa Tengah yang terkenal dengan sebutan TDA Joglosemar (Jogya, Solo dan Semarang), terbukti dengan lahirnya TDA Pemalang, TDA Kudus dan TDA Jepara. Meski Solo menjadi tuan rumah namun penyelenggaraannya adalah panitia bersama di bawah bendera TDA wilayah Jawa Tengah.

 

Dalam sambutannya Presiden TDA 4.0 Mustofa Romdloni (Pres MR) menjelaskan mengapa “The Spirit of Sustainable Growth” menjadi tema yang diusung di Mukernas TDA Kali ini. Pres MR mengatakan bahwa Sustainable Growth disini harus terimplementasi di kehidupan organisasi TDA yang telah memasuki dasawarsa kedua. TDA sebagai organisasi besar harus mulai membangun sistem keorganisasian yang baik sebagai landasan tata kelola organisasi yang berkembang lebih baik. “Layaknya usaha atau bisnis yang kita harapkan stabil dalam bertumbuh, begitu pula dengan komunitas TDA sebagai organisasi yang berkembang dan bertumbuh lebih mapan sehingga dapat terus bermanfaat bagi anggotanya serta masyarakat luas”. Jelas Pres MR dengan gayanya yang khas.

Dalam Mukernas kali ini, ada beberapa hal yang menjadi isu yang telah disiapkan untuk menjadi bahasan di pembagian komisi atau Forum Grup Diskusi (FGD). Ada 4 (empat) komisi/ FGD (forum grup diskusi) yang disiapkan untuk mengakomodir isu di kepengurusan TDA 4.0 yaitu komisi A (Pestawirausaha (PW)/Markom), Komisi B (TDA Ecsys/TDA Camp), Komisi C (8WS, KMB, TDA Mart dan TDA Center), Komisi C (Keorganisasian/AD/ART). Para BOD mengawal diskusi tiap komisi dengan isu yang sesuai dengan wilayah kerja direktoratnya masing-masing, begitu pula Korwil dan pengurus wilayah. Diskusi berjalan cukup serius namun tetap santai, terlihat dibeberapa komisi hujan pertanyaan, usulan, sanggahan dan masukan. Momentum untuk memberikan yang terbaik untuk komunitas TDA tercinta tidak disia-siakan oleh seluruh peserta.

Babak baru Komunitas TDA
Isu yang cukup seksi di Mukernas kali ini adalah perubahan AD/ART TDA, di mana perubahan di periode masa jabatan kepengurusan pusat dan pengurusan wilayah di TDA. Hal ini dijelaskan oleh Rosihan sebagai perwakilan komisi di depan para peserta saat paripurna untuk menyampaikan hasil rapat komisi D (Keorganisasian dan AD/ART). Jika dalam periode kepengurusan sebelumnya hanya berjalan 2 tahun, maka untuk kepengurusan selanjutnya, kepengurusan pusat dan wilayah akan berjalan selama 3 tahun. Termasuk juga penentuan kepengurusan, yang terdiri dari pengurus pusat yang dipimpin langsung oleh Presiden TDA dan jajarannya. “Sedangkan untuk pengurus wilayah (setingkat provinsi atau gabungan dari beberapa provinsi), pengurus daerah (setingkat kota madya/ kabupaten) akan berlaku penentuannya  juga oleh pengurus pusat”, tegas Rosihan dengan mantab.

Masih disampaikan oleh Rosihan, untuk meningkatkan layanan dan kualitas pada setiap kegiatan TDA seperti Pesta Wirausaha (PW), TDA Mart, TDA Center atau TDA Academy, kedepannya TDA akan membuat badan usaha yang berbadan hukum atau sejenisnya. Bentuk badan hukum ini akan memudahkan TDA untuk bekerjasaman dengan pihak lain secara lebih profesional. Tanggung jawab TDA sebagai komunitas yang konsisten mengawal tumbuh kembang UKM di Indonesia demi lebih bermanfaat dalam melayani anggotanya maupun seluruh stake holder kewirausahaan nasional. Perubahan periode kepengurusan serta perubahan beberapa kegiatan TDA menjadi berbadan hukum menjadi babak baru bagi sejarah komunitas TDA.

TDA Camp, 8WS dan KMB adalah TDA

 

Tidak cukup berfokus untuk perbaikan sistem organisasi TDA di Mukernas, namun semua pengurus wilayah mengikuti rangkaian TDA Camp yang dipimpin langsung oleh Fauzi Rachmanto Presiden TDA 3.0. Dalam sesi sehari penuh ini Coach FR, panggilan anak TDA untuk beliau, membawakan materi dengan sangat jenaka, runut dan terkordinir. Semua pengurus dibekali berbagai wawasan, tentang leadership, tentang TDA, dan juga tentang teamwork. Tentu saja, ini menjadi bekal yang sangat bermanfaat bagi teman-teman pengurus wilayah. Dengan harapan apa yang telah didapat di modul TDA Camp nasional kali ini dapat diduplikasi kembali di  TDA Camp wilayah masing-masing, sehingga TDA Camp sebagai gerbang utama anggota TDA untuk mengenal nilai-nilai ke-TDA-an lebih baik dan  dapat menjadi pondasi dan regenerasi TDA wilayah di seluruh Indonesia.

Salah satu program andalah kepengurusan TDA 4.0 adalah 8 Workshop Series (8WS), modul standar yang wajib dipelajari dan dipahami oleh semua wirausaha pemula. Adalah Vision Mission, Leadership, Team, Product, Legal, System, Communication (sales) dan Finance (Cashflow) yang merupakan program peningkatan kapasitas seluruh anggota TDA. Pada kesempatan yang sama, secara resmi modul lengkap 8WS dengan 150 halaman resmi menjadi panduan wajib anggota TDA dengan secara simbolik diserahkan oleh Presiden TDA 4.0  Mustofa Romdloni kepada Rosihan selaku Katua MWA yang dilanjutkan penyerahan ke wilayah Batam sebagai perwakilan wilayah. Batam dinilai sebagai wilayah yang telah lengkap melaksanakan 8WS baik dalam workshop series maupun oneday workshop.

Kelompok Mentoring Business (KMB) sebagai metode belajar bersama, mentoring dan sharing telah menjadi program unggulan di tiap kepengurusan TDA sejak awal. Berbagi pengalaman dalam berwirausaha dalam segala hal terutama materi 8WS kepada para mentee  sehingga dapat mengawal pertumbuhan usaha anggota di KMB masing-masing para Mentor. Kepengurusan TDA 4.0 menegaskan kembali bahwa KMB akan tetap menjadi program unggulan dan menjadi acuan wilayah dalam mengawal tumbuh kembang usaha anggotanya. Sistem jenjang KMB telah dirumuskan untuk mengakomodir kebutuhan para mentor yang tetap meng-upgrade keilmuan dan wawasannya dengan mengadakan program CEO Talk dan sharing session dengan para pebisnis sukses lainnya.

Serba serbi Mukernas

Antusiasme peserta ternyata sangat militan untuk bisa hadir di Mukernas kali ini, terbukti dengan ragam moda transportasi yang dipilih untuk sampai kota Solo. TDA Bekasi, TDA Malang dan TDA Cilegon memilih overland dengan mobil pribadi dan rela bergantian menjadi supir pribadi teman-temannya, TDA Jaksel, TDA Surabaya memilih sepur alias kereta api untuk bisa silaturahim dengan kawan-kawan dari TDA wilayah lain. Dan seperti biasa Andi dari TDA Surabaya yang saat ini diamanatkan sebagai Korwil Jawa Timur berkendara dengan motor kesayangannya untuk bisa memenuhi panggilan TDA. lain halnya TDA Sangatta yang sudah terbiasa menghadiri kegiatan nasional TDA dengan berpindah beberapa moda transportasi untuk bisa hadir. Sangat mengharukan celoteh si Kuprit (Ada Ide Aja) yang kali ini didaulat menjadi MC Low Budget.

Mukernas II 4.0 yang diplesetkan oleh si Kuprit menjadi Musyawarah Keren Nasional ini memang asli keren, karena tidak kehilangan ke-TDA-annya. Bukan Tangan Di Atas, jika dalam pelaksanaan Mukernas ini tidak diiringi dengan hal-hal positif atau berbagi lainnya. Mengingat TDA juga ada di kota Bima, maka dalam Mukernas kali ini secara spontan ingin membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah banjir bandang di Bima melalui aksi TDA Peduli. Alhamdulillah, dalam hitungan menit dapat mengumpulkan dana untuk diberikan kepada perwakilan TDA Bima. Terlihat Paduka Nasrin selaku Korwil Bali Nusra serta perwakilan TDA Bima sangat terharu ketika secara simbolis menerima sumbangan dihadapan peserta mukernas malam itu.

Dorprize maupun oleh-oleh lintas wilayah bertaburan di mukernas kali ini. Empek-empek dari TDA Palembang untuk seluruh peserta mukernas, Napoleon dari Medan, Susu kuda liar Bima, Kuku macan Batubara dari Sangatta, boneka pikachu dari kab Bogor, arem-arem dan ceker duer dari solo dan banyak lagi. Semua doorprize dan oleh-oleh adalah merupakan produk-produk unggulan anggota TDA sendiri dan telah tersebar di berbagai daerah di seluruh indonesia. Apapun kegiatan dan aktifitas TDA baik TDA Camp, PW, Mukernas dan lainnya, berbagi waktu, tenaga, dan maupun pemikiran secara ikhlas tetap menjadi jiwa komunitas TDA.

Mukernas ditutup secara resmi oleh Presiden MR dengan diiringi lagu Kemesraan (Iwan Fals) yang dimainkan oleh “Band Slank rasa Solo”. Pengurus Pusat TDA 4.0, Korwil dan Pengurus Wilayah mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia khususnya TDA Wilayah Solo Raya, juga TDA Semarang dan TDA Yogyakarta atas pelaksanaan Mukernas II 4.0 dan TDA Camp Nasional yang sangat Mbahnye Dahsyat ala Pres MR. Di kesempatan yang sama Herri Setiawan SekJen TDA 4.0 selaku supervisi Mukernas kali ini menambahkan, dengan diadakannya Mukernas yang penyelenggaraannya di berbagai tempat, secara umum diharapkan dapat memberikan dampak positif kepada seluruh wilayah, dan secara khusus tentunya bagi wilayah yang menjadi tuan rumah penyelenggara. Good to be great, yang sudah baik, menjadi lebih baik.

Ada sebuah lagu yang menjadi primadona di sesi penutupan mukernas karena menurut sebagian pengurus pusat maupun wilayah  mencerminkan jiwa TDA yang kekinian yaitu kreatif, kerja (keras, ikhlas dan tuntas) dan fun.  Jangan lupa bahagia kata Deny TDA Batam.

Di sini tempat cari senang
Salah tempat kalo kau cari uang
Di sini orang-orang penuh kreativitas
Tempat orang-orang yang terbaik

Di sini bukan anak-anak malas
Tempatnya para pekerja keras
Di sini bukan anak-anak manja
Sedikit kerja … banyak mintanya

Kerja … Kerja … ayo kita kerja

(Mars Slankers)

Bersama TDA, Kami Tumbuh dan Belajar Bersama
Sampai berjumpa di Pesta Wirausaha, 9-11 Mei 2017 Sasana Kriya TMII Jakarta
Salam UKMorfosis!!

 

Share yuk ...
X