TDA Peduli Surabaya Berbagi 250 Nasi Bungkus 20 September 2017
September 29, 2017
TDA Peduli Surabaya 20 September 2017
September 29, 2017

TDA PEREMPUAN – TDA SURABAYA “Momspreneur: Happy Family & Success Business” Bersama Cholifah – Hijab Khayra

 

TDA Perempuan merupakan salah satu kegiatan yang diadakan oleh TDA Surabaya untuk kaum Hawa. Selama ini masyarakat beranggapan bahwa perempuan adalah makhluk lemah dan harus dilindungi. Budaya yang ada selama ini telah meletakkan perempuan dalam posisi pasif. Hal ini membuat para wanita terpojok hingga membuat diri mereka sendiri tidak berdaya. Masih banyak orang yang memandang perempuan karir sebelah mata saja. Para perempuan dianggap menyalahi kodratnya, yang dilahirkan sebagai ibu rumah tangga dan bertanggung jawab untuk mengerjakan pekerjaan rumah serta mengurus anak. Secara fisik memang kekuatan perempuan tidak sebesar laki-laki. Namun sebenarnya perempuan juga memiliki potensi yang sama dengan laki-laki untuk berkarir.

 

Melihat hal ini, Komunitas Tangan Di Atas (TDA) pun mengeluarkan program TDA perempuan (TDAP) yang dikhususkan bagi para perempuan untuk menggali potensi yang mereka punya. Di dalam program TDAP, para perempuan diajak untuk menggali potensi yang mereka miliki. Mereka diberikan pemahaman mengenai dunia bisnis yang selama ini lebih banyak dijalankan oleh laki-laki. Mereka juga diberikan motivasi agar mampu memberdayakan diri mereka sendiri maupun orang lain.

Pada tanggal 20 September 2017, TDA Surabaya mengadakan kegiatan dari program TDA perempuan yang bertajuk “Momspreneur: Happy Family & Success Business”. Pembicara yang dihadirkan kali ini adalah Ibu Cholifah yang merupakan owner dari Hijab Khayra. Hijab Khayra merupakan salah satu brand pakaian muslimah yang penjualannya cukup besar melalui Instagram. Dapat kita lihat, follower akun instagram dari Hijab Khayra sudah menembus angka 103 ribu. Angka follower ini cukup fantastis mengingat bahwa owner dari Hijab Khayra, yaitu Ibu Cholifah merupakan seorang ibu rumah tangga yang mengurus sendiri keperluan rumah tangganya. Hal yang juga perlu diketahui adalah, Ibu Cholifah ini mengasuh keempat anaknya tanpa bantuan asisten rumah tangga (ART).

Kegiatan “Momspreneur: Happy Family & Success Business” dimulai pada pukul 15.45 WIB. Dalam kegiatan ini hadir 29 orang peserta yang berasal dari Surabaya dan Sidoarjo. Pembukaan disampaikan oleh Ibu Neni Dwi Wulandari, lalu dilanjutkan dengan perkenalan di antara para peserta agar para peserta dapat mengenal satu sama lainnya dan lebih cepat membaur. Dalam perkenalan tersebut, peserta yang hadir juga diperbolehkan untuk sedikit mempromosikan usaha yang mereka miliki. Dari sini dapat kita ketahui bahwa tidak semua peserta memiliki usaha atau berkarir, bahkan kebanyakan yang hadir bukan merupakan member TDA Surabaya.
Setelah perkenalan peserta selesai, lalu dilanjutkan dengan acara inti yaitu sharing dari Ibu Cholifah mengenai cara beliau dalam menyeimbangkan antara usaha yang dijalankan dengan tanggung jawabnya sebagai ibu rumah tangga. Sharing ini semakin seru karena dimoderatori oleh Ibu Khalidah Tsania yang berusaha menggali semua mengenai keseharian dari owner Hijab Khayra ini.

Hal pertama yang disampaikan Ibu Cholifah adalah ikhlas. Ikhlas bahwa kodrat perempuan adalah menjadi istri dan ibu dari anak-anaknya. Dengan mengamalkan ilmu ikhlas di dalam keluarga tentunya dapat memotivasi untuk menjadi lebih baik lagi. Selain itu, juga ikhlas jika di dalam mengurus bisnis terdapat kendala yang terjadi dikarenakan kodratnya sebagai ibu & istri.
Komunikasi, time management dan pembagian tugas di dalam keluarga juga menjadi poin penting dalam kesuksesan berkarirnya. Di sini suami memberikan peran yang cukup vital sebagai pendukung. Karena tidak jarang di luar sana ada suami yang justru meremehkan usaha istrinya karena mereka tidak tahu potensi yang dimiliki oleh istrinya. Dengan mengkomunikasikan segala sesuatunya maka pembagian tugas di dalam keluarga bisa dilakukan. Hal ini membuat time management yang dirancang dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Materi selanjutnya yang dibahas adalah mengenai marketing. Ibu Cholifah membeberkan bagaimana caranya beliau memasarkan produknya. Baik secara online maupun offline. Untuk kesusksesan bisnisnya tentu saja begitu banyak tugas yang harus dikerjakan. Terkadang kita tidak bisa mendelegasikan sebuah tugas kepada orang lain padahal jika dikerjakan sendiri menjadi kurang efektif karena terlalu banyak yang harus dikerjakan. Ibu Cholifah juga membagikan tipsnya mengenai langkah-langkah yang harus diambil jika akan mendelegasikan tugas ke orang lain (pegawai) agar tetap dalam control yang baik.

Dari seluruh penjelasan yang disampaikan pembicara, seluruhnya menyadarkan para peserta bahwa sebenarnya perempuan memiliki potensi yang lebih, atau yang biasa kita sebut “Woman Power”. Dengan begitu pemikiran bahwa perempuan adalah makhluk lemah dan harus dilindungi adalah sesuatu yang salah. Perempuan memiliki potensi besar di dalam jiwanya yang jika digali dan dipergunakan dapat menjadikan kehidupannya menjadi lebih baik.
Kegiatan yang digelar di Sate Lisidu, Jl. Kutai No. 56 ini ditutup dengan pemberian souvenir kepada pembicara. Setelah itu seluruh panitia dan peserta berfoto bersama dengan pembicara. Kegiatan ini berakhir tepat pukul 17.30 WIB. Beberapa peserta bahkan merasa sangat senang karena dapat mengikuti acara ini. Bahkan setelah acara ditutup para peserta juga masih antusias untuk bertanya dan bersilaturahmi dengan pembicara dan peserta lainnya.
Komunitas TDA Surabaya dengan semangat Scale Up, senantiasa mendukung para perempuan Indonesia untuk menumbuhkan potensinya di dalam dunia bisnis melalui program TDA Perempuan. Dengan adanya program TDA Perempun diharapkan menjadi motivasi para perempuan untuk tumbuh dan berkembang sejajar dengan kaum adam dalam memajukan perekonomian Indonesia.

X